Selasa, 21 Agustus 2012

BERBAKTI KEPADA ORANGTUA


BERBAKTI KEPADA ORANGTUA

1.    Assalaamu ‘alaikum warahmatulloohi wabarokatuh
2.    Allohumma sholli ‘ala Muhammad. Wa’ala ali Muhammad. Amma ba’du
3.    Dewan Yuri yang kami hormati
4.    Bapak Ibu yang mulia
5.    Serta teman-teman tersayang
6.    Segala puji bagi Alloh yang telah memberi taufik, rahmah dan hidayah kepada kita ,sehingga kita dapat bersilaturrahmi di sini untuk lomba piadto
7.    Pada kesempatan ini saya akan bertauziah dengan tema :
  “ Berbakti kepada Orangtua “

8.    Hadirin Rokhimakumulloh ...
Saya mau tanya nih. Siapa yang melahirkan kita?   Ibu.
Siapa yang menyuapi kita waktu belum bisa makan sendiri ?   Ibu.
Siapa yang merawat kita waktu balita ?  Ibu.
Siapa yang mencari nafkah untuk membiayai hidup kita ?  Ayah.

Itulah sebabnya kita harus berbakti kepada Orangtua kita, ayah dan ibu.

Yang dimaksud berbakti kepada orangtua adalah : berusaha keras membuat orangtua bahagia dan terhormat, lahir batin, dunia ahirat.

Kalau kita membahagiakan orangtua di dunia saja, itu belum sempurna bakti kita. Betul ?
Maka kita harus membahagiakan orangtua di dunia dan di akhirat.
Setuju ..............................?      Mau ..................?
9.    Hadirin yang mulia..
Ada 3 alasan, mengapa kita harus berbakti kepada orangtua .
Pertama , alasan logika dan rasa.
Logika kita menyadari, bahwa ,
orangtualah yang merawat kita sejak dalam kandungan sampai detik ini. Berbagai pengorbanan telah dilakukan orangtua untuk kita.
Lelah, sakit, bingung, cemas diabaikan orangtua ,demi membahagiakan kita.
Maka setiap orang waras dan berperasaan normal,
 pasti terpanggil untuk berbakti kepada orangtua sekuat tenaga. Betul ?

Apakah saudara-saudara orang waras ? Apakah saudara-saudara berperasaan ? Kalau ya, maka berbaktilah kepada orangtua .
Kalau merasa tidak waras dan tidak berperasaan, segeralah berobat          ke dokter jiwa.





10.  Alasan kedua, mengapa kita harus berbakti kepada orangtua ,adalah alasan iman.
Iman kita menyadari bahwa berbakti kepada orangtua adalah perintah Alloh yang wajib kita jalani.
Orangtua kita bersikap baik atau buruk kepada kita, kita wajib berbakti. Sebab Alloh telah berfirman dalam surat Ak-Isra’ ayat 23 :

* 4Ó|Ós%ur y7/u žwr& (#ÿrßç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4
Waqodlo robbuka
Anllaa ta’buduu , illaa iyyaahu
Wabil waalidaini ihsaanaa

Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia
 dan kepada orangtua berbuat baiklah

11.        Hadirin Rokhimakumulloh ....
Alasan ketiga, mengapa kita harus berbakti kepada  orangtua adalah alasan sejarah.
Sejarah mengabarkan, pada jaman Rosululloh ada anak muda yang sengsara hidup dan matinya karena durhaka kepada orangtua .

Salah satu kisah anak durhaka yang terkenal adalah kisah Alqomah.

Alqomah pemuda yang kuat dan tampan.
Hidupnya sengsara dan sekaratul mautnya pun sengsara akibat durhaka kepada orangtua .
Alqomah sekarat tiga hari tiga malam penuh kepedihan.
Alqomah baru meninggal dengan tenang setelah segala kesalahannya dimaafkan oleh Ibu.

Tentu kita tidak ingin sengsara dunia akhirat,
 maka berbaktilah kepada orangtua .
Jangan durhaka kepada Ayah Bunda.
Paham ?  Setuju ?
12.       Hadirin Rokhimakumulloh ....
Mari kita berusaha keras menjadi insan yang berbakti kepada orangtua.
Bagaimana caranya ?
Pertama :
Yuk kita doakan ayah ibu setiap sehabis sholat.
Allohummaghfirlii waliwa lidayya , warhamhumaa
Kamaa robbayaani shoghiro
Ya Alloh , ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku
Kasihanilah mereka
Sebagaimana mereka mengasihi aku , sewaktu aku masih kecil

Coba jawab dengan jujur,
berapa kali teman-teman berdoa untuk orangtua dalam sehari ?
Jika banyak , itu tanda anak yang berbakti.
Jika sedikit, itu kurang berbakti.
Jika tak pernah berdoa untuk orangtua, berarti apa saudara-saudara ?
Berarti anak yang durhaka kepada orangtua
Mari, perbanyak doa kebaikan untuk orangtua


13.       Hadirin Rokhimakumulloh ...
Yang ke dua.
Cara berbakti kepada orangtua adalah dengan berahlak mulia kepada mereka.
Kalau kita ditimbali Ibu, “Sitiiii.....?”  Jawabnya :  “ Dalem, Kanjeng Ibu.”
Jika ditimbali Ayah, “ Slamet......?”  “ Dalem , Kanjeng Rama ?”
Nah kalau bicara di depan Ayah Ibu, kita menunduk.
Tangan ngapurancang. Jangan pecicilan seperti Buta Cakil.
Nggih Mas, nggih Mbak ?

14.        Hadirin Rokhimakumulloh ....
Ketiga. Yuk kita bakti kepada orangtua dengan cara banyak menghibur mereka.
Jika Ayah lelah, yuk dipijitin. Nyut-nyut nyut
Jika Ibu sedih, kita peluk, kita berdoa bersama.
Atau nyanyi :
Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud, ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu, dan tak pernah sampai, ya sudahlah
apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih
.......

Mama , jangan sedih dong Ma.....
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Memberikan yang terbaik

15.         Hadirin yang mulia...
Yang keempat,
yuk kita bakti kepada orangtua
dengan prinsip Njunjung dhuwur, mendhem jero . Apa maksudnya ? Apakah ayah ibu kita gendong tinggi-tinggi ?
Lalu kalau mereka meninggal, kita kubur dalam dalam sampai 20 meter ?
Bukan itu maksudnya.
Maksudnya adalah, yuk kita harumkan nama ayah ibu,
dengan cara kita membuat prestasi yang baik-baik.
Misal : bintang kelas, juara MTQ, juara olimpiade matematika, dan lain-lain .
Kalau ada aib ayah ibu, kita simpan rapat rapat.
Jangan diceritakan kepada siapapun. Okey teman-teman ?

16.         Hadirin yang mulia
Yang ke lima.
Mari berbakti kepada orangtua
dengan cara membantu meringankan bebannya.
Misal : kita mencuci pakaian sendiri, jangan dibebankan pada ibu.
Kita rajin menyapu dan mengepel.
Kita momong  adik, agar adik tidak mengganggu ibu.
Jangan takut capek kelelahan membantu Ayah Ibu
Setiap butir keringat yang menetes karena kelelahan membantu orangtua, Insya Alloh akan menjadi saksi amal sholeh kita di akirat nanti.
Jadi, tak ada kata lelah untuk membantu Ayah Ibu tercinta.
Yuk, kita membantu Ayah Ibu sekuat tenaga .
 Setuju, teman-teman ?

17.       Hadirin rohimakumulloh
Yang ke enam.
Mari kita berbakti kepada orangtua
dengan cara menjalankan semua perintahnya
dan meninggalkan segala larangannya.
Kecuali dalam hal syirik, kita tak boleh mematuhinya.
Sebab , Alloh berfirman :
 











jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan dengan aku
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,
Maka janganlah kamu mengikuti keduanya,
dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,
( Quran surat Lukman , ayat 15 )

18.        Hadirin Rokhimakumulloh
Yang ke tujuh ,
Mari kita bakti pada orangtua .
Jika mereka sudah wafat ,maka :

kita sering ziarah kuburnya. ( Purun menapa mboten ? )

Kita sambung silaturahmi dengan sahabat-sahabat  Ayah Ibu.
( Kober menapa mboten ? Kober mboten kober,nggih diusaha-aken)

Kita akur dengan sanak saudara. Jangan tukaran rebutan warisan.
 ( nggih, napa nggih ? )

19.       Hadirin Rokhimakumulloh ...
Dapat kita simpulkan , berbakti kepada orangtua itu wajib.
Bagaimanapun sikap orangtua kepada kita, baik atau buruk,
kita tetap wajib berbakti kepada mereka.
Sebab, berbakti kepada Alloh adalah perintah Alloh yang harus kita taati



20.       Sebagai wujud berbakti kepada orangtua , saya mengajak hadirin semua :
Mari,sepulang dari sini ,kita sungkem cium tangan Ayah Bunda.
Mulyakanlah orangtua , Jangan durhaka kepada mereka
Ingat , Nabi Muhammad bersabda :
Ridlolloha   , fiiridlol   waalidain
Wasukhthillaaha ,   fii   sukhthil   walidain

..................................................................................................................
.................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................

RIDLO  ALLOH TERGANTUNG ridlo orangtua
Kutukan Alloh , tergantung kutukan orangtua

21.        Semoga kita dibimbing Alloh untuk menjadi golongan insan yang birrul waalidain, berbakti kepada orangtua . Amin !

22.       Sekian hatur saya . Mohon maaf atas segala yang kurang berkenan
23.        Terima kasih atas perhatian hadirin semua
20.  Wassalaamu’alaikum warahmatullohi wabarokaatuh


Banjarnegara , 17 Oktober 2011
                                                                                     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar