BERBAKTI KEPADA ORANGTUA
1.
Assalaamu ‘alaikum warahmatulloohi
wabarokatuh
2. Allohumma sholli ‘ala
Muhammad. Wa’ala ali Muhammad. Amma ba’du
3.
Dewan Yuri yang kami hormati
4.
Bapak Ibu yang mulia
5.
Serta teman-teman tersayang
6.
Segala puji bagi Alloh yang telah memberi taufik, rahmah
dan hidayah kepada kita ,sehingga kita dapat bersilaturrahmi di sini untuk
lomba piadto

7. Pada
kesempatan ini saya akan bertauziah dengan tema :
“ Berbakti kepada Orangtua “
8. Hadirin Rokhimakumulloh
...
Saya mau tanya nih. Siapa yang melahirkan kita? Ibu.
Siapa yang menyuapi kita waktu
belum bisa makan sendiri ? Ibu.
Siapa yang merawat kita waktu
balita ? Ibu.
Siapa yang mencari nafkah untuk
membiayai hidup kita ? Ayah.
Itulah sebabnya kita harus
berbakti kepada Orangtua kita, ayah dan ibu.

Yang dimaksud
berbakti kepada orangtua adalah : berusaha keras membuat orangtua bahagia dan terhormat,
lahir batin, dunia ahirat.
Kalau kita
membahagiakan orangtua di dunia saja, itu belum sempurna bakti kita. Betul ?
Maka kita
harus membahagiakan orangtua di dunia dan di akhirat.
Setuju ..............................?
Mau ..................?
9.
Hadirin yang mulia..
Ada 3 alasan,
mengapa kita harus berbakti kepada orangtua .
Pertama ,
alasan logika dan rasa.
Logika kita menyadari, bahwa ,
orangtualah yang merawat kita
sejak dalam kandungan sampai detik ini. Berbagai pengorbanan telah dilakukan
orangtua untuk kita.
Lelah, sakit, bingung, cemas
diabaikan orangtua ,demi membahagiakan kita.

Maka setiap
orang waras dan berperasaan normal,
pasti terpanggil untuk berbakti kepada
orangtua sekuat tenaga. Betul ?
Apakah saudara-saudara orang
waras ? Apakah saudara-saudara berperasaan ? Kalau
ya, maka berbaktilah kepada orangtua .
Kalau merasa tidak waras dan
tidak berperasaan, segeralah berobat ke dokter jiwa.
10.
Alasan kedua, mengapa kita harus berbakti kepada
orangtua ,adalah alasan iman.
Iman kita menyadari bahwa berbakti kepada orangtua adalah perintah Alloh yang wajib
kita jalani.
Orangtua kita bersikap baik atau
buruk kepada kita, kita wajib berbakti. Sebab Alloh telah berfirman dalam surat
Ak-Isra’ ayat 23 :
*
4Ó|Ós%ur y7/u
wr& (#ÿrßç7÷ès?
HwÎ) çn$Î) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ)
4
Waqodlo robbuka
Anllaa ta’buduu , illaa iyyaahu
Wabil waalidaini ihsaanaa
Tuhanmu
telah memerintahkan
supaya
kamu jangan menyembah selain Dia
dan kepada orangtua berbuat baiklah
11.
Hadirin
Rokhimakumulloh ....
Alasan ketiga, mengapa kita harus
berbakti kepada orangtua adalah alasan sejarah.
Sejarah mengabarkan, pada jaman
Rosululloh ada anak muda yang sengsara hidup dan matinya karena durhaka kepada
orangtua .
Salah satu kisah anak durhaka
yang terkenal adalah kisah Alqomah.
Alqomah pemuda yang kuat dan
tampan.
Hidupnya sengsara dan sekaratul
mautnya pun sengsara akibat durhaka kepada orangtua .
Alqomah sekarat tiga hari tiga
malam penuh kepedihan.
Alqomah baru meninggal dengan
tenang setelah segala kesalahannya dimaafkan oleh Ibu.
Tentu kita
tidak ingin sengsara dunia akhirat,
maka berbaktilah kepada orangtua .
Jangan durhaka
kepada Ayah Bunda.
Paham ? Setuju ?
12.
Hadirin Rokhimakumulloh ....
Mari kita berusaha keras menjadi
insan yang berbakti kepada orangtua.
Bagaimana caranya ?
Pertama :
Yuk kita
doakan ayah ibu setiap sehabis sholat.
Allohummaghfirlii waliwa
lidayya , warhamhumaa
Kamaa robbayaani
shoghiro
Ya Alloh ,
ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku
Kasihanilah
mereka
Sebagaimana
mereka mengasihi aku , sewaktu aku masih kecil
Coba jawab dengan jujur,
berapa kali teman-teman berdoa
untuk orangtua dalam sehari ?
Jika banyak , itu tanda anak
yang berbakti.
Jika sedikit, itu kurang
berbakti.
Jika tak pernah berdoa untuk
orangtua, berarti apa saudara-saudara ?
Berarti anak yang durhaka kepada
orangtua
Mari,
perbanyak doa kebaikan untuk orangtua
13.
Hadirin Rokhimakumulloh ...
Yang ke dua.
Cara berbakti
kepada orangtua adalah dengan berahlak mulia kepada mereka.
Kalau kita ditimbali
Ibu, “Sitiiii.....?” Jawabnya : “ Dalem, Kanjeng Ibu.”
Jika ditimbali Ayah, “ Slamet......?”
“ Dalem , Kanjeng Rama ?”
Nah kalau
bicara di depan Ayah Ibu, kita menunduk.
Tangan
ngapurancang. Jangan pecicilan seperti Buta Cakil.
Nggih Mas, nggih Mbak ?
14.
Hadirin
Rokhimakumulloh ....
Ketiga. Yuk kita bakti kepada
orangtua dengan cara banyak menghibur mereka.
Jika Ayah lelah, yuk dipijitin.
Nyut-nyut nyut
Jika Ibu sedih, kita peluk, kita
berdoa bersama.
Atau nyanyi :

Ketika mimpimu yang begitu indah
tak pernah terwujud, ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai, ya sudahlah
apapun yang terjadi ku kan slalu
ada untukmu
Janganlah
kau bersedih
.......
Mama , jangan sedih dong Ma.....
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Memberikan yang terbaik
15.
Hadirin yang
mulia...
Yang keempat,
yuk kita
bakti kepada orangtua
dengan
prinsip Njunjung dhuwur, mendhem jero . Apa maksudnya ? Apakah ayah ibu kita gendong
tinggi-tinggi ?
Lalu kalau mereka meninggal,
kita kubur dalam dalam sampai 20 meter ?
Bukan itu maksudnya.
Maksudnya
adalah, yuk kita harumkan nama ayah ibu,
dengan cara
kita membuat prestasi yang baik-baik.
Misal : bintang kelas, juara
MTQ, juara olimpiade matematika, dan lain-lain .
Kalau ada aib
ayah ibu, kita simpan rapat rapat.
Jangan
diceritakan kepada siapapun. Okey teman-teman ?
16.
Hadirin yang mulia
Yang ke lima.
Mari berbakti kepada orangtua
dengan cara
membantu meringankan bebannya.
Misal : kita mencuci pakaian
sendiri, jangan dibebankan pada ibu.
Kita rajin menyapu dan mengepel.
Kita momong adik, agar adik tidak mengganggu ibu.
Jangan takut
capek kelelahan membantu Ayah Ibu
Setiap butir keringat yang
menetes karena kelelahan membantu orangtua, Insya Alloh akan menjadi saksi amal
sholeh kita di akirat nanti.
Jadi, tak ada
kata lelah untuk membantu Ayah Ibu tercinta.
Yuk, kita
membantu Ayah Ibu sekuat tenaga .
Setuju, teman-teman ?
17.
Hadirin rohimakumulloh
Yang ke enam.
Mari kita berbakti kepada
orangtua
dengan cara
menjalankan semua perintahnya
dan
meninggalkan segala larangannya.
Kecuali dalam
hal syirik, kita tak boleh mematuhinya.
Sebab , Alloh berfirman :
![]() |
jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan
dengan aku
sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu,
Maka janganlah kamu
mengikuti keduanya,
dan pergaulilah keduanya
di dunia dengan baik,
( Quran surat Lukman , ayat 15 )
18.
Hadirin
Rokhimakumulloh
Yang ke tujuh ,
Mari kita bakti pada orangtua .
Jika mereka sudah wafat ,maka :
kita sering ziarah kuburnya. ( Purun menapa mboten ? )
Kita sambung silaturahmi dengan sahabat-sahabat Ayah Ibu.
( Kober menapa mboten ? Kober mboten kober,nggih diusaha-aken)
Kita akur dengan sanak saudara. Jangan tukaran rebutan
warisan.
( nggih, napa nggih ? )
19. Hadirin Rokhimakumulloh
...
Dapat kita simpulkan , berbakti kepada orangtua itu wajib.
Bagaimanapun sikap orangtua kepada kita, baik atau buruk,
kita tetap wajib berbakti kepada mereka.
Sebab, berbakti kepada Alloh adalah perintah Alloh yang harus
kita taati
20.
Sebagai wujud berbakti kepada orangtua , saya mengajak hadirin semua :
Mari,sepulang dari sini ,kita sungkem cium tangan Ayah Bunda.
Mulyakanlah orangtua , Jangan durhaka kepada mereka
Ingat , Nabi
Muhammad bersabda :
Ridlolloha , fiiridlol waalidain
Wasukhthillaaha , fii sukhthil
walidain
..................................................................................................................
.................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
RIDLO ALLOH TERGANTUNG ridlo
orangtua
Kutukan Alloh , tergantung kutukan orangtua
21.
Semoga kita dibimbing Alloh untuk menjadi golongan insan
yang birrul waalidain, berbakti kepada orangtua . Amin !
22.
Sekian hatur saya . Mohon maaf
atas segala yang kurang berkenan
23.
Terima
kasih atas perhatian hadirin semua
20. Wassalaamu’alaikum
warahmatullohi wabarokaatuh
Banjarnegara , 17
Oktober 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar